February 06, 2009
February 05, 2009
Aku Benci Kerinduan Dan Kesepian Ini
“Aku benci kerinduan ini. Aku rindu kesepian ini. Dan aku sepi kebencian ini.”
“Aku sepi kerinduan ini. Aku rindu kebencian ini. Dan aku benci kesepian ini.”
“Aku benci kebencian ini. Aku rindu kerinduan ini. Dan aku sepi kesepian ini.”
Posted by SembilanPuluh at 9:00:00 AM 21 comments
February 04, 2009
Frustrasi Kesuma Dewi Part V
KAU tiada, pernah dia biarkan Super Supreme Stuffed Crust Pizza mengeras di atas meja. Ada dia tinggalkan Iced Caramel Macchiato yang telah dibayar tiada dihirup.
Kau tiada, pernah dia berikan kepada entah siapa-siapa Strawberry Swirl Cheesecake yang sudah dibungkus. Ada dia tersimpan Vochelle Fruit & Nut In Dark Chocolate sehingga berkulat.
Kau tiada, pernah dia sekadar berbual dengan Kenny’s Chicken Meal Original. Ada dia biarkan Baskin Robbins Banana Royale berubah air.
Kau tiada, semua perjamuan, semua hidangan di dunia, seperti tiada ertinya.
Posted by SembilanPuluh at 9:00:00 AM 14 comments
February 03, 2009
Dan Pesan Nenek Itu Benar
INI pesan semasa kecil. Sekecil mana dia ketika itu dia tetap teringat kerana ini pesan yang diulang-ulang. Pesan yang didodoi-dodoi.
“Sayangi semua makhluk yang bernyawa. Kalau berjanji genggam sampai mati. Sayangi semua makhluk yang bernyawa. Kalau berjanji genggam sampai mati.”
Setelah dia sedikit besar neneknya berpesan lagi. Pesan ini juga tetap dia teringat walau pesan ini tiada diulang-ulang. Tiada didodoi-dodoi.
“Kau cucu, bila nanti tiba masa kau akan diuji. Akan ada kejahatan syaitan angkara makhluk yang dengki dan iri. Lawanlah mereka dengan akal. Lawanlah mereka dengan sabar.”
“Tapi cucu, bila kau tiada mampu menawar kejahatan itu pulanglah ke Negeri Suro Dan Boyo. Cari sesepuhmu di sana. Mereka akan sudi membantu dan selalu bersedia.”
“Dan cucu, bila kau sangat memerlu pulanglah sahaja ke Negeri Bundo Kanduang ke desa nenek sebelah ibumu. Tetap akan ada orang-orang sakti di situ.”
Aduhai nenek! Ia benar-benar telah terjadi hari ini. Tapi bila akal dan sabar seperti sudah tiada terasa dia jadi bingung. Maksudnya melawan sihir harus dengan sihir?
Posted by SembilanPuluh at 9:00:00 AM 12 comments
February 02, 2009
Frustrasi Kesuma Dewi Part IV
DIMULAI dengan kerinduan. Yang membeban. Melelahkan jiwa sememang telah lelah tanpa perlu dilelah-lelahkan lagi.
Ditengahi dengan semangat. Yang menggenggam. Menimang janji yang dulu sama-sama berjanji tiada akan memungkiri perjanjian.
Diakhiri dengan harapan. Yang menyungguh. Menguji hati hingga dasarnya jika diperhatikan seperti sudah hilang perhatian.
Posted by SembilanPuluh at 9:00:00 AM 0 comments
February 01, 2009
Alunan Irama Langut Jejakmu
“Di luar halaman masih ada jejakmu. Mencebik, bila wajah dipanah matahari.”
“Di ruang tamu juga ada jejakmu. Sesedap membantal ribaku, menonton siaran.”
“Di bilik mandi lagi ada jejakmu. Mengeluh air yang dingin, memanggil mengajak untuk menghangatkan.”
“Di tempat tidur tetap ada jejakmu. Membelai usap rambutku, setelah aku terlena.”
Posted by SembilanPuluh at 9:00:00 AM 0 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
