November 22, 2008

Q 21:83 (Of Your Beauty)


“Indeed adversity has touched me. And You are the Most Merciful of the merciful.”

“Sesungguhnya penderitaan telah menyentuh aku. Dan Engkau yang Paling Berpengasihan daripada yang berpengasihan.”

November 21, 2008

Still We Go


“Why do they hate us? Why do they hate us so much?”

“Hypocrisy, jealousy, imprisoned, walls of lies. Hoards of ruthless guardians, lead us the road to infinity. Hate us you just wait and see, our time will come.”

SETAHUN dulu, sebulan lalu, semalam tadi, sampai sehari ini. Dia berjaga bersama insomnia yang membaur dalam pengharapan.

Sementara di lain sisi dia bukanlah seorang pengalah dan mudah diputuskan asa. Cuma perasaan tiada berdaya itu semakin jahat menguasai dirinya.

Akhirnya rasa ketiadaberdayaan itulah yang membuatkan dia berkhayal ke sana ke mari.

Semoga kau masih lagi boleh bertahan.

November 20, 2008

Bagaikan Sakti (Alone & Hurt)


“Berlayar berbelok-belok,
Sauh dibongkar di tempat tenang;
Yang tinggal hati tiada elok,
Yang pergi hati tiada senang.”

November 19, 2008

Full To The Brim


“If your eyes are full to the brim, the teardrops are sure to fall down.”

“For whom the eyes may starve tomorrow? Who knows where it gets lost? The tears that I had kept hidden in my memories.”

* Inspired by Shamsudin Ali.

November 18, 2008

Potret Diri (1. Bleeding Me 2. Please Come Home)



“It tears me and I bleed. Waiting no matter how long it takes. Please come home. Please come home.”

“Dalam kekaburan yang memaksa aku mencermin diri. Melihat ke dasar hati semangat yang dilukai. Dalam ruang yang sesempit ini aku kumpulkan impian. Menjadi satu lukisan rona cinta samar-samar bentuknya.”

“Sekali lagi aku cuba mencolet warna putih. Namun kelabu jadinya dan membentuk menjadi wajah muram. Lahirlah perasaan rindu dendam. Menjadi gambar wajah aku.”

* Inspired by Ismail Zainuddin.

November 17, 2008

Q 2:286 (Life & Love & Why)


“Our God, impose not on us that which we have not the strength to bear.”

“Wahai Pemelihara kami, janganlah Engkau membebankan kami melebihi apa yang kami ada kekuatan untuk memikul.”

  

Back to TOP